Recent

Transisi Kepemimpinan Indonesia, bayang-bayang Jokowi di dalam Kepemimpinan Prabowo


NARASIPOLITIK - Berkali-kali kegagalan dalam pencalonan sebagai Presiden sejak 2009-2019 tak membuat Prabowo patah semangat, akhirnya Prabowo Subianto mendapatkan peruntungannya di 2024, ia berhasil terpilih sebagai presiden Indonesia ke 8.

Namun dengan catatan, yaitu kemenangan Prabowo tidak bisa lepas dari sosok Jokowi yang diakui atau tidak, bahwa kemenangan Prabowo didapatkan karena mendapat "restu" cawe-cawe Jokowi.

Restu tersebut didapatkan setelah Prabowo menggaet Gibran sebagai wakil Presiden, yang merupakan putra sulung presiden Jokowi.

Walau demikian, kemenangan Prabowo Subianto dirasakan berbeda dengan kemenangan Jokowi di periode ke 2. Kemenangan Jokowi di periode 2 cenderung mendapatkan banyak sentimen negatif dan berbagai kritik, seperti isu kecurangan TSM (Terstruktur, Sistematis dan Masif), pembungkaman terhadap oposisi, taktik pecah belah partai, gonjang-ganjing politik dan berbagai tuduhan negatif lainnya.

Berbeda dengan kemenangan Prabowo Subianto yang bisa lebih diterima (legowo) oleh masyarakat. Pasca kemenangan Prabowo sebagai presiden tak terlalu banyak gonjang-ganjing politik, justru malah terlihat banyak yang merapat dan membangun komunikasi.

Suasana kemenangan Prabowo dirasakan begitu landai dan "soft", yang menjadi gonjang-ganjing adalah terkait wapresnya, yaitu Gibran Rakabuming Raka.

Sentimen masyarakat terhadap dinasti Jokowi dirasakan masih sangat tinggi, berbagai permasalahan yang berkaitan dengan keluarga Jokowi selalu menjadi bahan perbincangan publik. Di antaranya kasus Akun Fufufafa yang kontennya menghina Prabowo dan keluarga, disinyalir akun tersebut adalah milik Gibran.

Masyarakat berharap pada kepemimpinan Prabowo namun masih sentimen negatif terhadap dinasti Jokowi. Masyarakat berharap Prabowo bisa menjadi pemimpin yang tegas dan membawa perubahan politik yang lebih baik.

Riwayat dan perjalan hidup Prabowo sebagai seorang prajurit Kopassus yang memiliki jiwa patriot menjadi penilaian lebih di mata kalangan masyarakat, khususnya keluarga besar prajurit TNI.

Prabowo pun pernah menulis buku berjudul "Paradoks Indonesia", di buku tersebut, ia menggambarkan bagaimana berbagai paradoks yang dialami oleh bangsa Indonesia.

Dijelaskannya bahwa Indonesia memiliki kekayaan alam yang melimpah ruah, posisi yang strategis, laut yang kaya, rakyat yang beragam dengan kekayaan adat budaya dan kehidupan relatif rukun. Tapi mengapa masih ada rakyat yang kelaparan, hidup dalam kemiskinan, putus sekolah dan tidak tersentuh pendidikan, bahkan tidak mencintai dan kecewa terhadap bangsa sendiri. Hal itulah yang menjadi pertanyaan dalam benak Prabowo Subianto. Ia ingin melakukan sesuatu untuk Indonesia.

Jika kita membaca buku tersebut, di situ kita akan melihat betapa besar cita-cita dan mimpi dari seorang Prabowo untuk bangsa Indonesia. Ia ingin mengangkat harkat martabat bangsa Indonesia, betapa besar kecintaannya untuk membangun bangsa, amat terasa nilai-nilai patriotik dan kecintaannya yang amat luar biasa di dalam buku tersebut. Di situ kita bisa melihat bagaimana gambaran Indonesia yang ideal, yang makmur, sejahtera dan dihormati di mata dunia, itulah mimpi besar yang didambakan oleh seorang Prabowo Subianto.

Namun, hal itu semua masih "gambling" sebab melihat bagaimana pengaruh Jokowi dengan manuver politiknya dirasa masih begitu kuat.

Kita berharap jika Prabowo bisa menjadi pemimpin yang mandiri dengan segala kebijakannya, tanpa ada  intervensi yang bisa menjerumuskannya kepada kejatuhan dan kebencian rakyat.

Apakah kepemimpinan Prabowo bisa benar-benar mandiri atau akan terus berada dalam bayang-bayang Jokowi?
Kita tunggu saja perkembangannya nanti.

0 Komentar