Recent

Nobar Piala Dunia di Rusun Pasar Rumput Berbuah Berkah, Menteri Maruarar Sirait Janjikan Akan Bangun Sarana Olahraga Bagi Para Penghuni Rusun Pasar Rumput

BERITA24IND.COM | Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menghadiri nonton bareng final Piala Dunia 2026 bersama penghuni Rusun Pasar Rumput. Dalam kesempatan itu, ia menyerahkan bantuan Rp100 juta sekaligus berkomitmen membangun sarana olahraga bagi warga.

Kegiatan nonton bareng (nobar) final Piala Dunia 2026 di Rusun Pasar Rumput, Jakarta Selatan, pada Minggu (19/7), menjadi momen yang membawa kabar baik bagi para penghuni. Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait atau yang akrab disapa Ara menghadiri acara tersebut dan mengumumkan bantuan sebesar Rp100 juta serta rencana pembangunan sarana olahraga di lingkungan rumah susun.

Ara mengatakan pemerintah tidak hanya berfokus menyediakan hunian yang layak, tetapi juga berupaya menghadirkan fasilitas pendukung yang dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Menurutnya, keberadaan sarana olahraga dapat menjadi ruang interaksi sosial sekaligus mendorong gaya hidup sehat bagi para penghuni.

Ratusan penghuni Rusun Pasar Rumput memadati area kegiatan untuk mengikuti nobar pertandingan final Piala Dunia 2026 bersama Menteri PKP. Suasana berlangsung meriah ketika warga menyaksikan pertandingan sambil berdialog dengan Menteri Ara mengenai berbagai kebutuhan di lingkungan rumah susun.

Dalam kesempatan tersebut, Ara menyampaikan komitmennya untuk membantu pembangunan sarana olahraga yang dapat dimanfaatkan seluruh penghuni. Menurut dia, fasilitas olahraga menjadi salah satu kebutuhan penting di kawasan hunian vertikal karena dapat digunakan sebagai ruang aktivitas bersama, mempererat hubungan antarwarga, sekaligus mendukung kesehatan masyarakat.

Selain menyampaikan komitmen pembangunan fasilitas olahraga, Ara juga memberikan bantuan sebesar Rp100 juta kepada warga Rusun Pasar Rumput. Bantuan tersebut diumumkan langsung di hadapan para penghuni yang hadir dalam kegiatan nobar.

Berdasarkan laporan Disway, bantuan tersebut disambut antusias oleh warga. Dana itu diharapkan dapat dimanfaatkan untuk mendukung berbagai kebutuhan dan kegiatan bersama penghuni rusun. Namun, hingga berita ini ditulis belum ada penjelasan resmi mengenai mekanisme penyaluran maupun peruntukan rinci dana tersebut.

Dalam video yang dirilis ANTARA, Ara menegaskan bahwa pemerintah ingin menghadirkan lingkungan hunian yang tidak hanya nyaman untuk ditinggali, tetapi juga memiliki fasilitas yang menunjang aktivitas masyarakat sehari-hari. Salah satu yang menjadi perhatian adalah penyediaan sarana olahraga bagi penghuni rumah susun.

Komitmen tersebut sejalan dengan upaya pemerintah meningkatkan kualitas pengelolaan rumah susun sebagai bagian dari pembangunan kawasan permukiman perkotaan. Selain menyediakan unit hunian, pemerintah juga terus mendorong penyediaan fasilitas umum dan ruang komunal agar penghuni memiliki kualitas hidup yang lebih baik.

Rusun Pasar Rumput merupakan salah satu proyek hunian vertikal milik pemerintah yang diresmikan Presiden Joko Widodo pada 2021. Kompleks rumah susun ini memiliki 1.984 unit hunian dan dibangun dengan konsep mixed use development, yang mengintegrasikan hunian, pasar modern, fasilitas umum, serta akses transportasi publik.

Keberadaan Rusun Pasar Rumput menjadi bagian dari program pemerintah dalam menyediakan hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah di kawasan perkotaan. Dalam beberapa kesempatan, Kementerian PKP juga menjadikan rusun tersebut sebagai salah satu contoh pengembangan hunian vertikal yang dilengkapi berbagai fasilitas penunjang.

Meski demikian, pemerintah belum merinci bentuk sarana olahraga yang akan dibangun, besaran anggaran pembangunan, maupun jadwal pelaksanaannya. Begitu pula dengan bantuan Rp100 juta, hingga saat ini belum disampaikan informasi resmi mengenai mekanisme pengelolaan dan penyalurannya kepada penghuni.

Kunjungan Menteri PKP Maruarar Sirait ke Rusun Pasar Rumput tidak hanya menjadi ajang kebersamaan melalui nobar final Piala Dunia 2026, tetapi juga menghasilkan komitmen nyata berupa bantuan Rp100 juta dan rencana pembangunan sarana olahraga. Realisasi kedua program tersebut masih menunggu tindak lanjut serta informasi teknis resmi dari Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman.

0 Komentar