Recent

BGN Tahan Pembukaan Dapur MBG Baru, Fokus Benahi 27.000 SPPG



BERITA24IDN.COM| Badan Gizi Nasional (BGN) menahan sementara pembukaan atau pendaftaran dapur baru untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kebijakan tersebut dilakukan untuk memfokuskan pembenahan terhadap puluhan ribu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang telah beroperasi.

Pada 26 Agustus 2026, BGN mencatat terdapat 27.485 SPPG yang beroperasi. Dari jumlah tersebut, 27.022 SPPG telah memperoleh surat ketetapan sementara, sementara 463 SPPG ditangguhkan selama 10 hari untuk melengkapi dan memverifikasi data.

Kepala BGN Sudaryono mengatakan penataan dilakukan dengan menyisir seluruh SPPG yang telah beroperasi. Pemeriksaan mencakup profil dapur serta kesesuaian data penerima manfaat yang dilayani masing-masing SPPG.

BGN juga melakukan pencocokan antara laporan SPPG dengan sekolah atau pos pelayanan terpadu (posyandu) yang menjadi tujuan distribusi MBG. Konfirmasi dilakukan kepada pihak penerima untuk memastikan dapur yang tercatat memang memberikan layanan sesuai dengan laporan.

Sebanyak 463 SPPG yang belum memenuhi kelengkapan data diberikan waktu 10 hari untuk melengkapinya. Data yang diminta antara lain profil dapur, foto dapur, serta profil sekolah yang dilayani.

Sudaryono menegaskan penangguhan tersebut merupakan bagian dari proses verifikasi dan tidak otomatis berarti seluruh SPPG yang ditangguhkan tidak beroperasi. BGN ingin memastikan keberadaan dapur dan kesesuaian pelayanan sebelum menetapkan statusnya.

Kebijakan penataan SPPG juga telah menjadi agenda BGN sejak Juni 2026. Saat itu, pimpinan BGN mengumumkan moratorium sementara terhadap pembukaan dapur baru karena jumlah SPPG telah mencapai lebih dari 27.000 unit, sementara distribusinya dinilai masih terkonsentrasi di kawasan perkotaan dan aglomerasi.

BGN menyatakan penataan tersebut sekaligus diarahkan untuk memperluas cakupan MBG ke wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Pembangunan dapur baru akan dipertimbangkan kembali berdasarkan kebutuhan setelah evaluasi terhadap SPPG yang sudah ada.

Petunjuk teknis BGN untuk program MBG 2026 menetapkan kebutuhan jangka program sekitar 35.270 SPPG operasional, yang terdiri atas sekitar 27.000 SPPG di wilayah aglomerasi dan 8.270 SPPG di wilayah terpencil. Dokumen tersebut juga mencantumkan target sekitar 82,9 juta penerima manfaat.

Dengan demikian, penahanan pembukaan dapur baru tidak berarti target jaringan SPPG dibatalkan. Kebijakan yang terlihat saat ini lebih berfokus pada penataan SPPG yang telah beroperasi, verifikasi data, pemerataan lokasi layanan, serta penyesuaian kebutuhan berdasarkan kondisi di lapangan.

BGN saat ini memprioritaskan verifikasi dan pembenahan SPPG yang telah beroperasi sebelum memperluas pembukaan dapur baru. Pemeriksaan terhadap 27.485 SPPG dilakukan untuk memastikan data fasilitas dan penerima manfaat sesuai dengan pelayanan yang benar-benar berlangsung di lapangan.

Sumber Informasi: Badan Gizi Nasional; ANTARA; dokumen Petunjuk Teknis Tata Kelola Penyelenggaraan Program MBG Tahun Anggaran 2026.

0 Komentar