Recent

CNG 3 Kg Segera Diuji Coba, Jawa Barat Jadi Kandidat Awal Pengganti LPG Subsidi

 


BERITA24IND.COM | JAKARTA — Pemerintah bersiap memasuki tahap baru dalam diversifikasi energi rumah tangga. Tabung Compressed Natural Gas (CNG) berkapasitas 3 kilogram dijadwalkan mulai diuji coba kepada masyarakat pada pekan depan.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan pemerintah masih melakukan pemeriksaan akhir sebelum teknologi tersebut diperkenalkan kepada masyarakat. Uji coba itu menjadi bagian dari upaya mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap LPG, termasuk kebutuhan impor yang selama ini masih menjadi perhatian pemerintah.

“Uji coba nanti minggu depan. Kita cek dulu ya,” ujar Bahlil di Jakarta, Selasa (11/8/2026).

Jika tahap pengujian berjalan sesuai rencana, CNG 3 kg akan menjadi salah satu alternatif bahan bakar yang dapat digunakan masyarakat. Namun, pemerintah belum menyatakan bahwa CNG akan langsung menggantikan LPG 3 kg secara nasional.

Pengujian CNG 3 Kg Masuki Tahap Akhir

Pengembangan tabung CNG 3 kg kini disebut telah berada di tahap akhir. Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi (Lemigas) sebelumnya telah menyampaikan hasil pengujian tabung dan katup atau valve kepada Kementerian ESDM.

Satu tahapan penting yang masih harus diselesaikan adalah uji tembak atau gun fire test. Pengujian ini diperlukan untuk memastikan tabung mampu menghadapi kondisi ekstrem sebelum digunakan oleh masyarakat.

Tabung yang dikembangkan merupakan tabung generasi keempat berbahan komposit. Dalam salah satu pengujian, ketahanan tabung diuji dengan pemanasan hingga sekitar 850 derajat Celsius.

Aspek keselamatan menjadi perhatian utama karena karakteristik CNG berbeda cukup jauh dengan LPG.

Tekanan CNG Jauh Lebih Tinggi daripada LPG

Salah satu tantangan terbesar dalam penggunaan CNG untuk kebutuhan rumah tangga adalah tekanan penyimpanannya.

CNG disimpan dalam tekanan sekitar 200–250 bar, sedangkan tekanan LPG berada pada kisaran yang jauh lebih rendah, sekitar 5–10 bar. Perbedaan tersebut membuat desain tabung, katup, serta sistem distribusi harus memenuhi standar keselamatan yang ketat.

Karena itu, pemerintah tidak hanya mengejar kecepatan distribusi. Keamanan tabung menjadi syarat penting sebelum CNG 3 kg dapat digunakan secara lebih luas.

Tahap pengujian ini sekaligus menjadi penentu apakah teknologi tersebut benar-benar siap memasuki penggunaan sehari-hari.

Jawa Barat Masuk Kandidat Lokasi Uji Coba

Tahap awal distribusi CNG 3 kg direncanakan berlangsung di Pulau Jawa. Jawa Barat menjadi salah satu wilayah yang dipertimbangkan sebagai lokasi uji coba awal.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Laode Sulaeman sebelumnya mengatakan pemerintah akan memprioritaskan kota-kota besar dalam tahap awal pengujian kepada masyarakat.

“Uji cobanya di kota-kota besar dulu, ya. Mungkin salah satunya adalah di Jawa Barat dulu,” kata Laode pada Juli 2026.

Namun, penetapan lokasi tersebut masih bersifat kandidat. Pemerintah belum mengumumkan secara final kota atau wilayah yang akan menjadi lokasi pertama distribusi CNG 3 kg.

Mengapa Pemerintah Mengembangkan CNG 3 Kg?

Pengembangan CNG 3 kg tidak semata-mata berkaitan dengan penggantian jenis tabung gas rumah tangga.

Program tersebut merupakan bagian dari agenda diversifikasi energi pemerintah. Salah satu tujuan yang ingin dicapai adalah mengurangi ketergantungan terhadap LPG impor dan meningkatkan pemanfaatan sumber gas domestik.

CNG sendiri bukan teknologi yang sepenuhnya baru di Indonesia. Pemanfaatannya telah berlangsung di sejumlah sektor, termasuk industri jasa dan usaha seperti hotel, restoran, dan kafe. Tantangan terbesar muncul ketika teknologi tersebut dibawa ke skala rumah tangga dengan kebutuhan keamanan, distribusi, dan kemudahan penggunaan yang jauh lebih luas.

Bukan Sekadar Mengganti Tabung

Bagi masyarakat, perubahan dari LPG ke CNG bukan sekadar persoalan mengganti satu tabung dengan tabung lainnya.

Pemerintah perlu memastikan kesiapan infrastruktur distribusi, standar keselamatan, kompatibilitas peralatan rumah tangga, hingga mekanisme pasokan. Semua faktor tersebut akan menentukan apakah CNG dapat diterima sebagai alternatif energi rumah tangga.

Uji coba yang akan dimulai pekan depan karena itu menjadi fase penting. Hasilnya akan memberikan gambaran mengenai kesiapan teknologi sekaligus respons masyarakat sebelum pemerintah menentukan langkah berikutnya.

Untuk saat ini, Jawa Barat menjadi salah satu kandidat wilayah awal, sementara pemerintah masih menyelesaikan rangkaian pengujian keselamatan CNG 3 kg.

Jika seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, uji coba tersebut dapat menjadi langkah awal menuju perubahan peta penggunaan gas rumah tangga di Indonesia—dari ketergantungan terhadap LPG menuju pilihan energi yang lebih beragam.

0 Komentar