KMP Mutiara Sentosa II Terbakar, Tragedi yang Kembali Soroti Lemahnya Keselamatan Pelayaran
Kebakaran KMP Mutiara Sentosa II di perairan utara Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, pada Minggu (2/8), kembali mengingatkan publik terhadap tingginya risiko keselamatan transportasi laut di Indonesia. Insiden tersebut menewaskan sedikitnya lima orang, menyebabkan sejumlah penumpang dilaporkan hilang, serta memicu investigasi oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).
Peristiwa ini menjadi satu dari rangkaian kecelakaan kapal yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir. Berbagai insiden sebelumnya menunjukkan penyebab yang beragam, mulai dari faktor teknis, cuaca ekstrem, hingga dugaan kelalaian operasional, sehingga memunculkan tuntutan pembenahan sistem keselamatan pelayaran secara menyeluruh.
Berdasarkan kronologi sementara, api muncul ketika kapal yang melayani rute Surabaya–Makassar tersebut tengah berlayar di Laut Jawa. Kobaran api diduga pertama kali terlihat dari area dek kendaraan sebelum menyebar ke bagian lain kapal. Dugaan awal mengarah pada korsleting listrik pada salah satu kendaraan, namun penyebab pasti masih menunggu hasil investigasi resmi KNKT.
Proses evakuasi melibatkan Basarnas, TNI AL, Polairud, kapal-kapal yang berada di sekitar lokasi, serta sejumlah unsur lainnya. Salah satu kapal milik Pertamina turut mengevakuasi belasan korban dari laut.
Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Timur telah mengidentifikasi lima korban meninggal dunia. Sementara itu, Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyatakan akan menanggung biaya perawatan korban yang dirujuk ke rumah sakit milik pemerintah.
Basarnas kemudian secara resmi menutup operasi pencarian. Meski demikian, masih terdapat tiga keluarga yang melaporkan kehilangan kontak dengan anggota keluarganya sehingga proses pendataan dan koordinasi tetap dilakukan oleh pihak berwenang.
Di sisi lain, proses investigasi menghadapi tantangan karena bangkai kapal diduga berada di kedalaman sekitar 50 meter. KNKT menyatakan pemeriksaan terhadap bangkai kapal menjadi bagian penting untuk memperoleh bukti fisik yang dapat menjelaskan penyebab kebakaran secara komprehensif.
Rangkaian kecelakaan kapal yang terus berulang memunculkan perhatian dari kalangan legislatif. Ketua DPR Puan Maharani meminta pemerintah memperkuat standar keselamatan transportasi laut dan memastikan pengawasan terhadap kelaikan kapal dilakukan secara konsisten. Sejumlah anggota Komisi V DPR juga menilai tragedi KMP Mutiara Sentosa II harus menjadi momentum untuk memperbaiki sistem keselamatan pelayaran nasional agar insiden serupa tidak kembali terjadi.
Hingga saat ini, penyebab pasti kebakaran KMP Mutiara Sentosa II masih dalam proses penyelidikan oleh KNKT bersama instansi terkait. Pemerintah menyatakan hasil investigasi akan menjadi dasar evaluasi terhadap prosedur keselamatan, pengawasan operasional kapal, serta penerapan standar pelayaran guna mencegah terulangnya kecelakaan serupa.

0 Komentar