Recent

Tragedi Pencari Belut: Warga Lingsar Ditemukan Tewas di Pinggir Sungai Lembar, Diduga Tersengat Alat Setrum Sendiri

 



BERITA24IND.COM | Nasib nahas menimpa seorang pria paruh baya bernama Nursalim (41) alias Amaq N, warga Dusun Embungpas Barat, Desa Sigerongan, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat. Pria ini ditemukan meregang nyawa di tepi aliran sungai Dusun Penyeleng, Desa Eyat Mayang, Kecamatan Lembar, pada Kamis (6/8/2026) pagi. Ia diduga tewas akibat tersengat alat setrum ikan miliknya sendiri saat tengah mencari belut.

Berdasarkan keterangan kepolisian, tragedi ini bermula pada Rabu (5/8/2026) malam. Sekitar pukul 19.00 WITA, korban bersama seorang rekannya berangkat dari rumah menuju kawasan Kecamatan Lembar untuk mencari belut dan ikan menggunakan alat setrum. Sesampainya di lokasi, keduanya memutuskan berpisah jalur untuk memperluas area tangkapan. Korban menyusuri aliran sungai di Dusun Penyeleng, sementara rekannya bergerak menuju Dusun Pekemit, Desa Cendimanik.

Hingga pergantian hari, tepatnya pada tengah malam, keberadaan korban tak kunjung diketahui. Rekan korban yang mulai khawatir mencoba menghubunginya berulang kali via telepon seluler, namun tak ada satu pun panggilan yang mendapat respons. Didera firasat buruk, sang rekan akhirnya berinisiatif menyisir kembali lokasi terakhir korban mencari ikan.

Pencarian panjang yang berlangsung di tengah kegelapan malam itu akhirnya berujung pilu. Menjelang waktu subuh, sekitar pukul 05.30 WITA, korban ditemukan sudah tak bernyawa. Ia tergeletak telentang di pinggir sungai dengan kondisi tubuh yang telah kaku. Tragisnya, tangan korban didapati masih erat menggenggam alat setrum yang ia gunakan untuk berburu belut.

Mendapat laporan warga, jajaran Polsek Lembar segera terjun ke lokasi untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Kapolsek Lembar, Ipda Ruslan, membenarkan insiden tersebut dan memastikan bahwa tidak ada tanda-tanda kekerasan fisik atau penganiayaan pada tubuh korban.

"Dari hasil pemeriksaan luar oleh tenaga medis Puskesmas Sigerongan, kami tidak menemukan unsur kekerasan. Namun, terdapat luka bakar di bagian leher dan punggung korban yang kuat dugaannya berkaitan dengan sengatan listrik dari alat setrum yang dibawanya," jelas Ipda Ruslan.

Pihak kepolisian sempat memberikan edukasi dan menyarankan proses autopsi guna memastikan penyebab medis kematian korban. Kendati demikian, pihak keluarga memilih untuk menolak dan telah mengikhlaskan kepergian almarhum sebagai sebuah musibah. Penolakan ini juga dikuatkan dengan surat pernyataan resmi dari pihak keluarga. Setelah proses pemeriksaan selesai, jenazah korban langsung dibawa ke rumah duka menggunakan mobil pikap untuk disemayamkan.

0 Komentar