Survei IPO: 66 Persen Publik Puas dengan Kinerja Prabowo, 67 Persen Yakin Mampu Atasi Masalah Prioritas
BERITA24IND | JAKARTA – Hasil survei Indonesia Political Opinion (IPO) menunjukkan mayoritas masyarakat masih memberikan penilaian positif terhadap kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Dalam survei bertajuk Refleksi dan Evaluasi Publik: Dua Tahun Kabinet Merah Putih, sebanyak 66 persen responden mengaku puas terhadap kinerja Presiden.
Survei yang berlangsung pada 12–20 Oktober 2026 tersebut melibatkan 1.200 responden. Penelitian ini memiliki margin of error sebesar ±2,9 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.
Secara terperinci, sebanyak 61 persen responden menyatakan puas dan 5 persen lainnya mengaku sangat puas terhadap kinerja Prabowo. Sementara itu, 28 persen menyatakan tidak puas dan 6 persen mengungkapkan sangat tidak puas.
Hasil tersebut menempatkan tingkat kepuasan publik pada angka 66 persen, berbanding dengan 34 persen responden yang menyatakan ketidakpuasan. Terdapat selisih 32 poin persentase yang menunjukkan bahwa penilaian positif masih lebih besar dibandingkan penilaian negatif.
Direktur Eksekutif IPO, Dedi Kurnia Syah, menilai angka kepuasan tersebut perlu dilihat bersama tingkat kepercayaan masyarakat terhadap kemampuan Presiden dalam menangani berbagai persoalan prioritas nasional.
Menurut Dedi, kepuasan terhadap kinerja dan kepercayaan terhadap kemampuan pemimpin merupakan dua aspek penting dalam membaca persepsi masyarakat terhadap jalannya pemerintahan. Kedua indikator itu juga menggambarkan harapan publik agar pemerintah mampu merespons tantangan nasional secara efektif.
“Secara umum kepuasan publik pada Presiden masih cukup tinggi, mencapai 66 persen puas dengan kinerja Presiden, bahkan kepercayaan publik pada kemampuan Presiden dalam menyelesaikan masalah prioritas juga tinggi, ini optimisme yang seharusnya dijaga oleh pemerintah,” ujar Dedi Kurnia Syah.
Tingkat kepercayaan masyarakat terhadap kemampuan Prabowo dalam menyelesaikan persoalan mendesak juga tercermin dalam temuan survei tersebut.
Sebanyak 67 persen responden menyatakan percaya atau sangat percaya bahwa Presiden mampu mengatasi masalah-masalah prioritas. Di sisi lain, 30 persen responden mengaku tidak percaya atau sangat tidak percaya, sedangkan 3 persen lainnya tidak memberikan jawaban atau menyatakan tidak tahu.
Data tersebut memperlihatkan bahwa kepercayaan terhadap kemampuan Presiden masih mendominasi penilaian responden, meskipun sebagian masyarakat tetap menyampaikan pandangan yang berbeda.
IPO turut mengidentifikasi sejumlah faktor yang berkontribusi terhadap penilaian positif masyarakat atas kinerja Presiden. Pemberantasan korupsi menempati posisi teratas dengan persentase 19 persen.
Faktor berikutnya adalah pemberian bantuan sosial yang dipilih oleh 14,5 persen responden, disusul pelaksanaan program kerja nyata sebesar 10,7 persen. Sikap Presiden yang dinilai tegas dan berwibawa memperoleh 6,1 persen, sementara program Makan Bergizi Gratis (MBG) mendapat 6 persen. Adapun kondisi ekonomi yang dianggap membaik disebut oleh 3,5 persen responden.
Beragam jawaban tersebut menunjukkan bahwa penilaian masyarakat terhadap kinerja Presiden berkaitan dengan sejumlah aspek, mulai dari pemberantasan korupsi hingga pelaksanaan program pemerintah dan kondisi ekonomi.
Dedi menekankan bahwa hasil survei ini dapat menjadi bahan pertimbangan bagi pemerintah untuk mempertahankan kepercayaan masyarakat. Salah satu langkah yang dinilai penting adalah memastikan kebijakan dan program prioritas memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Menurutnya, tingkat kepuasan publik perlu diiringi dengan kebijakan yang responsif terhadap kebutuhan warga. Pemerintah juga perlu menjaga konsistensi pelaksanaan program agar hasilnya dapat dirasakan dan diukur secara konkret.
Dengan demikian, agenda pemberantasan korupsi, penyaluran bantuan sosial, serta berbagai program prioritas perlu terus diperkuat melalui pelaksanaan yang konsisten dan berorientasi pada hasil.
“Simpulan sederhananya, masyarakat Indonesia saat ini kesulitan, tetapi masih optimis dan mendukung pemerintah, jika Pemerintah lebih peka terhadap kondisi masyarakat, bukan tidak mungkin dukungan pada Presiden semakin solid,” tutup Dedi Kurnia Syah.
0 Komentar